Filem Sang Kiai : Mempertahankan AKIDAH dari Di Jajah

Kali pertama tengok video klip lagu Ungu iaitu Bila Tiba (OST : SANG KIAI) aku rasa tertarik dan teringin melihat Filem SANG KIAI.. So aku cari, cari dan cari dan akhirnya jumpa Filem SANG KIAN di YOUTUBE... Dari video klip lagu ungu BILA TIBA ni kita dah dapat agak filem ni berkisahkan penjajahan Jepun . Walaupun filem ini berlatarbelakangkan Indonesia, kita juga terasa semangat nasionalisme dan keagamaan mereka sbb Malaysia dan Indonesia adalah serumpun di bawah satu Nusantara. Dan cerita ini sangat memberi kesan apabila semangat KEISLAMAN bangkit menentang JEPUN demi mempertahankan AKIDAH ISLAM. Banyak pengajaran yang ada dalam filem ni.. KISAH BENAR KIAI HASYIM ASY'ARI (1875-1947)

"Mati tak bisa untuk kau hindari,
Tak mungkin bisa engkau lari,
Ajalmu pasti menghampiri...
Mati tinggal menunggu saat nanti,
Kemana bisa kita lari,
Kita pasti mengalami..
MATI.."

Aku bagi 5/5



SINOPSIS SANG KIAI (2013)
Pendudukan Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda. Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei (menghormat kepada Matahari). KH Hasyim Asyari sebagai tokoh besar agamis saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Menolak karena sebagai umat Islam, hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap KH Hasyim Asyari.
KH Wahid Hasyim, salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari. Berbeda dengan Harun, salah satu santri KH Hasyim Asyari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Tetapi harun salah karena cara tersebut malah menambah korban berjatuhan.
Dengan cara damai KH Wahid Hasyim berhasil memenangkan diplomasi terhadap pihak Jepang dan KH Hasyim Asyari berhasil dibebaskan. Ternyata perjuangan melawan Jepang tidak berakhir sampai disini. Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk melimpahkan hasil bumi. Jepang menggunakan Masyumi yang diketuai KH. Hasyim Asy'ari untuk menggalakkan bercocok tanam. Bahkan seruan itu terselip di ceramah sholat Jum'at. Ternyata hasil tanam rakyat tersebut harus disetor ke pihak Jepang. Padahal saat itu rakyat sedang mengalami krisis beras, bahkan lumbung pesantren pun nyaris kosong. Harun melihat masalah ini secara harfiah dan merasa bahwa KH. Hasyim Asy'ari mendukung Jepang, hingga ia memutuskan untuk pergi dari pesantren.
Jepang kalah perang, Sekutu mulai datang. Soekarno sebagai presiden saat itu mengirim utusannya ke Tebuireng untuk meminta KH HAsyim Asyari membantu mempertahankan kemerdekaan. KH Hasyim Asyari menjawab permintaan Soekarno dengan mengeluarkan Resolusi Jihad yang kemudian membuat barisan santri dan masa penduduk Surabaya berduyun duyun tanpa rasa takut melawan sekutu di Surabaya. Gema resolusi jihad yang didukung oleh semangat spiritual keagamaan membuat Indonesia berani mati.
Di Jombang, Sarinah membantu barisan santri perempuan merawat korban perang dan mempersiapkan ransum. Barisan laskar santri pulang dalam beberapa truk ke Tebuireng. KH Hasyim Asyari menyambut kedatangan santri- santrinya yang gagah berani, tetapi air mata mengambang di matanya yang nanar.

Sekiranya korang ingin menonton cerita ni KLIK SINI (YOUTUBE)..
Previous
Next Post »

[PENAFIAN] : www.mreena.com dan pemilik blog ini secara khusus tidak akan bertanggungjawab terhadap apa juga liabiliti, kerosakan, kehilangan, kerugian atas risiko, peribadi mahu pun sebaliknya yang berlaku akibat, secara langsung atau tidak langsung daripada penggunaan dan aplikasi, daripada apa juga kandungan yang diperolehi dari blog ini.

Pemilik blog juga tidak akan bertanggungjawab sama sekali terhadap komen-komen yang di siarkan dan ianya adalah tanggungjawab penulis komen itu sendiri.
ConversionConversion EmoticonEmoticon