Anak Syurga | "Ya Rabbi (Kami Menunggu) Hingga Ayah Ibu Kami Masuk"

Leave a Comment

Anak Syurga | "Ya Rabbi (Kami Menunggu) Hingga Ayah Ibu Kami Masuk"




1. Anak tersebut akan masuk ke dalam syurga tanpa hisab
“Tiap-tiap anak orang Islam yang mati sebelum baligh akan dimasukkan ke dalam syurga dengan rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Anak-anak tersebut akan mengantarkan orang tuanya untuk masuk pula ke dalam syurga
Menurut Hadis Qudsi:
Allah SWT berfirman pada hari kiamat kepada anak-anak:
“Masuklah kalian ke dalam Syurga!”
Anak-anak itu berkata: “Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami masuk.”

Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mahu masuk ke dalamnya.

Allah berfirman lagi: 
“Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian ke dalam surga!” 

Mereka menjawab: 
“Tetapi (bagaimana) orang tua kami?” 

Allah pun berfirman:
“Masuklah kalian ke dalam Syurga bersama orang tua kalian.”
(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua’ah yang bersumber dari sahabat Nabi SAW)

Diriwayatkan dari Anas ra: 
”Rasulullah saw bersabda, tidaklah seorang Muslim kematian tiga anaknya yang belum baligh, kecuali, Allah pasti akan memasukkannya ke dalam Syurga berkat kasih sayang-Nya kepada anak-anaknya tersebut, ”
(HR Bukhori muslim).

3. Allah tidak pernah membebani sesuatu di luar kadar kesanggupan hamba-Nya
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari (kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), `Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau khilaf.'”

4. Allah akan memberi ganti yang lebih baik lagi, jika orang tuanya bersabar...


 

Sudah pernah mendengar kisah meninggalnya anak Ummu Sulaim?


Berikut kisahnya:

Diceritakan bahwa anak Thalhah merintih sakit, sedangkan Abu Thalhah keluar rumah. Kemudian anak itu meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah pulang, ia bertanya, 
“Bagaimana keadaan anakku?”

Ummu Sulaim –ibu anak itu- menjawab, 
“Ia tenang seperti sedia kala (yang dimaksud adalah meninggal, sedangkan Abu Thalhah mengira bahwa anaknya itu dalam keadaan sehat).”

Kemudian Ummu Sulaim menyediakan makan malam untuk Abu Thalhah. Setelah itu ia berhias diri, lebih cantik daripada biasanya, hingga Abu Thalhah menggaulinya.

Setelah ia melihat bahwa suaminya sudah melepaskan rindunya dan merasa puas, Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu, jika suatu kaum meminjamkan suatu pinjaman, apakah yang meminjam itu berhak menolak mereka jika memintanya kembali?”

Abu Thalhah menjawab, 
“Tentu saja tidak!”

Kemudian Ummu Sulaim berkata, 
“Demikian pula dengan anakmu. Anakmu telah meninggal, maka mintalah pahala dari Allah.”

Abu Thalhah berkata sambil marah, 
“Engkau telah membiarkan aku, hingga setelah aku berjunub karena bergaul denganmu, engkau beritahukan tentang anakku.”
Kemudian ia pergi mendatangi Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam untuk memberitahukan apa yang terjadi.
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam membenarkan apa yang telah dikerjakan oleh Ummu Sulaim, lalu bersabda: “Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua.”

Kemudian Ummu Sulaim melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah oleh Nabi sholallahu ‘alaihi wassalam dan salah seorang di antara kaum Anshar berkata, “Kemudian aku melihat tujuh orang anak, semuanya pandai membaca Al Quran, yakni anak-anak dari Abdullah. Semua itu, tidak lain kerana dikabulkannya doa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam ketika beliau berdoa, 

‘Ya Allah, berikanlah berkah kepada mereka berdua.’

Wallaahualam. 

Kredit : FB Pakar Dari Hati

Next PostCatatan Terbaru Previous PostCatatan Lama Laman utama

0 Komen:

Catat Ulasan

[PENAFIAN] : www.mreena.com dan pemilik blog ini secara khusus tidak akan bertanggungjawab terhadap apa juga liabiliti, kerosakan, kehilangan, kerugian atas risiko, peribadi mahu pun sebaliknya yang berlaku akibat, secara langsung atau tidak langsung daripada penggunaan dan aplikasi, daripada apa juga kandungan yang diperolehi dari blog ini.

Pemilik blog juga tidak akan bertanggungjawab sama sekali terhadap komen-komen yang di siarkan dan ianya adalah tanggungjawab penulis komen itu sendiri.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...